Rekan rekan tercinta pengunjung blog Pumita yang mempunyai bakat / hobby tulis menulis, fotografi, atau apa aja deh... yang penting bermanfaat ,..... bisa mengirimkan hasil karyanya untuk di muat di blog ini atau di buletin Hidayah..kirimkan karya anda ke e'mail :pumitabusan@yahoo.com..atas partisipasinya kami ucapkan banyak terima kasih.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Saturday, November 10, 2007

Komunitas Muslim Evansville yang Bawa Citra Positif Islam di Amerika

Kedermawanan Mereka Terdengar sampai Batam
Kiprah komunitas muslim di Evansville, Indiana, AS, terkenal sampai ke luar negeri. Mereka juga disurati orang dari Indonesia. Berikut laporan lanjutan dari Amerika.

PERISTIWA 11 September ikut mengguncang komunitas muslim di Evansville. Sebelum peristiwa mengerikan itu, komunitas tersebut rutin mengirimkan dana bantuan kemanusiaan ke berbagai negara Islam. Misalnya, Sudan, Afghanistan, Somalia, dan Palestina. "Setelah 9/11, tidak lagi," ujar Profesor Mohammad Azarian, presiden Evansville Muslim Community.

Selain karena pemerintah Amerika mengawasi ketat, pihak-pihak penerima sumbangan sudah tidak jelas lagi. "Ada yang terlibat urusan politik, ada yang sudah meninggal, dan sebagainya," kata Azarian, asal Iran.

Ditanya berapa dana yang disumbangkan ke negara-negara tersebut, Azarian tak ingat pasti. Yang jelas, lebih dari USD 1 juta (sekitar Rp 900 juta). Meskipun sulit mengirimkan dana ke luar negeri, kedermawanan tak berhenti. Namun, dana itu lebih banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas umat. "Misalnya, peningkatan pendidikan," kata profesor matematika itu.

Azarian menambahkan, komunitas muslim di Amerika juga tertantang untuk ikut peduli menyumbang ke mereka yang membutuhkan di negeri sendiri tanpa memandang agama. Mereka ingin menjadi orang muslim sejati, sekaligus orang Amerika tulen. "Untuk sumbangan badai Katrina saja, komunitas Islam di Amerika menyumbang sekitar USD 10 juta (sekitar Rp 93 miliar)," katanya.

Dari segi finansial, organisasi itu memang cukup kuat. Tak jarang, Azarian menerima permintaan sumbangan dari orang-orang yang membutuhkan bantuan. Termasuk dari luar negeri. "Ini saya dapat surat dari Indonesia," tambahnya, sambil menunjukkan amplop cokelat.

Pengirim surat tersebut tertulis Abdullah Salam dari Batam, Kepulauan Riau. Dia meminta bantuan untuk pengobatan anaknya yang tergolek di rumah sakit.

Saat ini komunitas tersebut sudah punya lahan 5 acre di Newburgh, Evansville. "Kami ingin membangun Muslim Community Trust di sana," kata Azarian, yang juga pernah mengajak Jawa Pos meninjau lahan di timur Evansville itu. "Nanti ada Islamic Center, masjid, dan kantor-kantor lain di sini," lanjutnya.

Daerah tersebut dipilih karena letaknya strategis. "Daerah ini sering dilewati kendaraan yang datang dari Illinois, Kentucky, dan Louiville. Orang-orang muslim di daerah itu bakal gampang ke sini," imbuhnya.

Komunikasi komunitas muslim dengan warga lain sangat harmonis di Evansville. Hal itu, antara lain, tak lepas dari peran Universitas Evansville. Azarian sebagai salah seorang profesor di Universitas Evansville sangat dihormati. Apalagi, universitas itu juga punya departemen khusus yang mengurusi perbedaan. Namanya Diversity Initiatives.

"Karena kampus ini tidak terlalu besar, kami mengenal satu dengan yang lain. Kami memahami keberagaman mahasiswa dan pengajar di sini. Tidak boleh ada diskriminasi," ujar Robiaun Charles, direktur Diversity Initiatives.

Kendati kampus tersebut punya hubungan yang kental dengan United Methodist Church, mahasiswa dibebaskan untuk mempraktikkan ajaran agamanya. Bahkan, memberikan fasilitas. Yang muslim, misalnya, bisa menggunakan salah satu ruangan di gereja milik universitas untuk salat. "Kami juga membuka diri untuk konsultasi bagi siapa pun di kampus yang merasa didiskriminasi," sambungnya.

Saat ini tercatat ada 2.676 mahasiswa yang mengenyam pendidikan di kampus yang, menurut Princeton Review, termasuk kampus terbaik di Midwest itu.

Satu-satunya mahasiswa di sana yang "berbau Indonesia" adalah Mikael, 19. Dia warga negara AS, anak pasangan Amerika-Jogja. Ayahnya dulu bekerja di Freeport, Timika, Papua.

"Saya tak pernah merasakan berbeda dan diasingkan di sini," kata mahasiswa jurusan seni musik tersebut. Mikael, yang wajahnya lebih mirip orang Asia itu, lebih lancar berbahasa Inggris dibandingkan dengan Indonesia. (Laporan John Mohn dan Sara Azarian ini ditambah reportase Fuad Ariyanto dan Farouk Arnaz yang bulan lalu berkunjung ke Evansville)

1 comments:

Zahid Hamidi said...

Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu.
Saya ingin berbagi cerita siapa tau bermanfaat kepada anda bahwa saya ini seorang TKI dari johor bahru (malaysia) dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar bpk hilary joseph yg dari hongkong tentan MBAH WIRANG yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomer toto 6D dr hasil ritual beliau. dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran beliau membantu saya, saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH WIRANG,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH WIRANG atas bantuan nomer togel Nya. Bagi anda yg butuh nomer togel mulai (3D/4D/5D/6D) jangan ragu atau maluh segera hubungi MBAH WIRANG di hendpone (+6282346667564) & (082346667564) insya allah beliau akan membantu anda seperti saya...





Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket